Rabu, 14 Maret 2012

pertumbuhan perkecambahan kacang hijau


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kacang hijau merupakan salah satu Leguminosae yang cukup penting di Indonesia. Posisinya menduduki tempat ketiga setelah kedelai dan kacang tanah. Salah satu ciri mahluk hidup adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan, begitu pula dengan pertumbuhan kecambah kacang – kacangan. Sebagaimana yang telah kita tahu bahwa proses perkecambahan kacang hijau akan terjadi bila ada air di sekelilingnya. Apabila air yang digunakan untuk menyirami tanaman kacang hijau adalah air deterjen, salah satu bentuk pencemaran lingkungan, akan terjadi perubahan kondisi tertentu pada kecambah.
      Dalam karya tulis ilmiah ini, penulis mencoba untuk mengambil topik pertumbuhan pada tumbuhan sebagai bahan acuan untuk mengadakan sebuah pengamatan. Pengamatan kami lakukan didasari dengan keingintahuan penulis terhadap pertumbuhan kecambah serta apa yang terjadi apabila tanaman kacang hijau disirami oleh limbah deterjen.
      Penulis mengkaji pengamatan tersebut dalam sebuah karya tulis ilmiah yang bejudul, “Pengaruh Limbah Diterjen terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau.”
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas, dapat diangkat rumusan masalah, sebagai berikut:
1.     Apakah dampak yang ditimbulkan oleh air limbah deterjen terhadap perkecambahan tumbuhan kacang hijau?
2.     Bagaimana perbedaan tumbuhan kacang hijau yang disiram dengan air bersih, dengan yang disiram dengan air deterjen?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penulis dalam melakukan pengamatan berdasarkan rumusan masalah adalah :
1.     Tujuan Umum
Tujuan membuat karya tulis ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang dampak negatif penggunaan deterjen terhadap pertumbuhan kacang hijau.
2.     Tujuan Khusus
a.      Mengetahui dampak-dampak yang ditimbulkan oleh air deterjen terhadap kacang hijau
b.     Memahami perbedaan pertumbuhan kacang hijau yang disiram dengan air bersih dan dengan air deterjen.
1.4 Manfaat Penelitian
1.     Manfaat Akademis
Sebagai tambahan ilmu pengetahuan bagi siswa-siswi SMA khususnya dalam pertumbuhan kacang hijau.
2.     Manfaat Praktis
a.      Manfaat bagi Peneliti
Saya mendapatkan lebih banyak lagi informasi mengenai dampak limbah deterjen terhadap pertumbuhan kacang hijau.
b.     Manfaat bagi Sekolah
Warga sekolah lebih mengenal apa yang harus dilakukan untuk merawat tanaman dengan baik dan menjauhinya dari limbah-limbah semacam limbah deterjen.
c.      Manfaat bagi Pembaca
Pembaca mendapatkan informasi lebih tentang pengamatan limbah deterjen terhadap kacang hijau.
1.5 Hipotesis
Dari rumusan masalah kami berpendapat bahwa tanaman kacang hijau tidak akan tumbuh dengan baik apalagi disirami air diterjen meskipun tidak dilakukan dengan rutin. tanaman kacang hijau disirami dengan air bersih hasilnya akan baik dan kita tidak rugi menanaminya. Perbedaannya menurut kami lebih baik menggunakan air yang bersih dan tidak tercemar . adapun dampak dampak yang ditimbulkan oleh limbah diterjen, seperti rusaknya tanaman, rugi terhadap diri sendiri juga, dan tanaman tidak hanya rusak, tetapi juga bias mati.



BAB II
LANDASAN TEORI

2.1       Perkecambahan
a.     Pengertian
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan.  Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembanmgan embrio. Proses perkecambahan dipengaruhi oleh cahaya, suhu, dan oksigen. Berdasarkan letak kotiledon pada saat berkecambah dikenal dua macam tipe perkecambahan, yaitu :
1.     Perkecambahan Epigeal
Merupakan pertumbuhan memanjang dari hipokotil yang menyebabkan pluma dan kotiledon terdorong kepermukaan tanah.
2.     Perkecambahan Hipogeal
      Merupakan pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah, tetapi kotiledon tetap berada di dalam tanah.
      Pertumbuhan merupakan proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk semula). Pertumbuhan pada tumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur). Pertumbuhan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu :
1.     Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer merupakan proses aktivitas sel-sel meristem yang menyebabkan batang dan akar tumbuh memanjang. Pertumbuhan primer terjadi pada embrio, ujung batang, dan ujung akar.
Berdasarkan aktivitasnya, daerah pertumbuhan pada ujung batang dan ujung akar belakang meristem apikal dibedakan menjadi tiga, yaitu :
§ Daerah pembelahan sel, sel-sel di daerah ini aktif membelah, dan sifatnya tetap meristematik, daerah ini biasanya terdapat di ujung akar.
§ Daerah pemanjangan sel, merupakan daerah yang sel-selnya mengalami perubahan volume sehingga akan cepat memanjang. Daerah ini terletak di belakang daerah pembelahan.
§ Daerah diferensiasi, merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi khusus.
2.Pertumbuhan Sekunder
Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan. Pada pertumbuhan sekunder yang aktif membelah adalah sel-sel meristem yang terdapat pada kambium. Sel-sel tersebut akan melakukan pembelahan secara radial, yaitu pembelahan sel yang terdapat disekitar xylem mengarah ke dalam dan sel-sel yang terdapat disekitar floem mengarah keluar.
b.     Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan dan Pertumbuhan pada Tumbuhan
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dipengaruhi oleh dua fakor yaitu, dalam (internal) dan luar (eksternal).
1. Faktor Eksternal
a.      Air.
Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi tumbuhan. Air diperlukan tumbuhan sebagai media berlangsungnya reaksi kimia di dalam sel, komponen dasar pembentukan zat makanan, dan membantu mengedarkan zat makanan ke seluruh bagian tubuh. Tumbuhan yang kekurangan air akan menjadi layu dan warna hijau berubah menjadi kuning, kering, dan pada akhirnya mati.
b.     Oksigen (O2).
Oksigen dibutuhkan tumbuhan untuk menghasilkan energi. Dalam hal ini oksigen digunakan untuk memecah zat-zat makanan yang mereka buat sehingga menghasilkan senyawa sederhana dan sejumlah energi. Jika suplai oksigen berkurang, maka proses tumbuh dan berkembangnya tumbuhan menjadi terganggu.
c.      Suhu.
Pada dasarnya, suhu yang dibutuhkan tumbuhan selama pertumbuhan dan perkembangannya berbeda-beda, bergantung pada jenis tumbuhan dan tempat hidupnya.
d.     Cahaya.
Cahaya dibutuhkan agar dapat melakukan fotosintesis. Tumbuhan yang dipelihara dalam ruangan gelap atau memperoleh cahaya redup akan menghasilkan batang yang tumbuh panjang, tetapi dalam kondisi lemah, daun berukuran kecil, dan tumbuhan tampak berwarna pucat.
e.      Zat hara dalam tanah.
Tumbuhan membutuhkan berbagai unsur hara yang tersimpan di dalam tanah. Semua unsure hara tersebut digunakan sebagai komponen penyusun zat organik di dalam sel.
f.      Kelembapan
Kelembapan udara mempengaruhi penguapan air yang berhubungan dengan penyerapan nutrisi. Penguapan air akan meningkat apabila kelembapan rendah, akibatnya tumbuhan dapat menyerap banyak nutrisi. Keadaan ini memacu pertumbuhan tanaman.
2. Faktor Internal
a.      Gen.
Gen berfungsi untuk mengatur seluruh aktivitas yang terjadi di dalam sel, termasuk pertumbuhan. Meskipun dua tumbuhan mendapat pengaruh lingkungan yang sama, tetapi jika kedua tumbuhan tersebut memiliki gen yang berbeda maka kemampuan tumbuhnya pun berbeda.
b.     Hormon.
Aktivitas tumbuh dan berkembang juga diatur oleh senyawa kimia berupa hormon tumbuhan (fitohormon). Ada enam macam hormon tumbuhan, yaitu: auksin, sitokinin, etilena, asam absisat, dan kalin.
          Deterjen
Detergen sudah sangat akrab di kehidupan. Detergen digunakan untuk mencuci pakaian. Untuk menyempurnakan kegunaannya, biasanya pabrik menambahkan Natrium Perborat, pewangi, pelembut, Naturium Silikat, penstabil, enzim, dan zat lainnya agar fungsinya semakin beragam. Tapi diantara zat-zat tersebut ada yang tak bisa dihancurkan/dilarutkan oleh mikroorganisme sehingga otomatis menyebabkan pencemaran lingkungan. Apabila air yang mengandungi detergen dibuang ke dalam air, tercemarlah air dan pertumbuhan Alga yang sangat cepat. Hal ini akan menyebabkan kandungan oksigen dalam air berkurangan dan otomatis ikan, tumbuhan laut, dan kehidupan air lainnya mati. Selain itu limbah Detergen juga menyebabkan pencemaran tanah yang menurunkan kualitas kesuburan tanah yang mengakibatkan tanaman serta hidupan tanah termasuk cacing mati.Larutan sabun akan menaikkan pH air sehingga dapat mengganggu kehidupan organisme di dalam air. Bahan antiseptik dalam sabun atau detergen mengganggu kehidupan mikroorganisme, yang ada di alam air bahkan dapat mematikan. Ada sebagian bahan sabun atau detergen tidak dapat dipecah (didegradasi oleh mikroorganisme, yang ada di dalam air yaitu senyawa benzena.











BAB III
BAHAN DAN METODE PENELITIAN

3.1            Alat dan Bahan
1.     6 buah gelas pelastik kecil                       5. Biji kacang hijau
2.     Kapas                                                        6. Air limbah deterjen
3.     Air bersih                                                  7. Penggaris
4.     Alat tulis                                                   8. Komputer
3.2            Langkah Kerja
1.     Rendam biji kacang hijau di dalam air bersih selama minimal 30 menit.
2.     Siapkan 6 gelas plastik kecil dan isi tanda ditempat gelap, ditempat terang, dikamar dan air deterjen agar mudah mengingatnya. Isi masing-masing gelas dengan 2 kapas yang telah dimasukan kedalam air bersih.
3.     Isi gelas yang berisi tanda masing-masing 5 biji kacang hijau di atas kapas tersebut.
4.     Letakkan gelas yang berisi kacang hijau tersebut sesui dengan tandanaya masing-masing yang berisi tanda di tempat terang di tempatkan di di ruang terbuka, yang bertanda tempat gelap ditempatkan ditempat gelap, yang dikamar ditempatkan dikamar dan yang air diterjen ditempatkan ditempat yang terang, di tempat gelap dan diruang kamar masing-masing satu.
5.     Amati selama 1 minggu
6.     Apabila kacang hijau sudah tumbuh tetesi gelas yang berisi tanda air deterjen tersebut dengan 5 tetes air limbah deterjen pada masing-masing gelas.
7.     Dan kembali amati perubahannya.
3.3            Rancangan Penelitian
1.     Pengamatan dilakukan selama tujuh hari, pada tanggal 9-15 Agustus 2011, bertempat di Puri Gading, Jln. Nuri, Blok B4/23, Jimbaran-Kuta Selatan.
2.     Pengamatan menggunakan media tanam 4 buah gelas plastik dengan kapas, sebagai objeknya adalah biji kacang hijau.
3.     Pengamatan menggunakan tiga analisa tempat yang berbeda, yaitu tempat tempat dengan cahaya yang cukup, ruangan gelap atau tidak tembus cahaya, dan ruang pada kamar.
4       Pengamatan menggunakan air bersih dan air limbah deterjen, air bersih diletakan di ruang bercahaya atau terang, di ruang gelap, dan pada ruang kamar, sedangkan yang di tetesi oleh air limbah deterjen diletakan di ruangan bercahaya atau terang.
5       Penelitian objektif dilakukan dengan mengamati pertumbuhan atau perkecambahan biji kacang hijau setiap hari dengan mengukur pertumbuhan, baik dari ruangan terbuka maupun di ruangan gelap.
6       Membandingkan hasil pengamatan dan memberi kesimpulan mengenai pengaruh limbah deterjen terhadap perkembangan kacang hijau .
7       Menganalisis hasil pengamatan.
3.4             Analisis Data
1.a Tabel pengamatan perkecambahan di tempat terang terhadap air limbah deterjen diukur dengan satuan sentimeter.
Hari ke
Air Bersih
Air Deterjen


1
0 cm
-

2
1 cm
0 cm

3
2 cm
0cm

4
4.3 cm
1 cm

5
6.5 cm
2 cm

6
10.8 cm
3.8 cm

7
13 cm
4.4 cm











1.b Tabel pengamatan perkecambahan di tempat gelap terhadap air limbah deterjen diukur dalam satuan sentimeter
Hari ke
Air Bersih
Air Deterjen


1
0 cm
-

2
1.2 cm
0 cm

3
3.5 cm
1 cm

4
4 cm
2.5 cm

5
7 cm
3  cm

6
8 cm
5 cm

7
16 cm
8.6 cm


1.c Tabel pengamatan perkecambahan di dalam ruang kamar terhadap air limbah deterjen diukur dengan satuan sentimeter
Hari ke
Air Bersih
Air Deterjen


1
0 cm
-

2
1 cm
0 cm

3
2.5 cm
0.6 cm

4
3.5 cm
1 cm

5
5 cm
2 cm

6
9.3 cm
2.6 cm

7
13 cm
5 cm












a.      Pada ruangan terbuka, dari pengamatan terhadap pertumbuhan biji kacang hijau kami merangkum analisa pengamatan sebagai berikut.
·       Hari pertama, 9 Agustus 2011, pada air bersih sudah mulai terlihat pertumbuhan kacang hijau.
·       Hari kedua, 10 Agustus 2011, pada dua gelas yang diisi dengan air bersih mulai tumbuh tunas keci yang rata-rata memiliki panjang 1 cm, pada saat ini mulailah ditetesi satu gelas yang berisi kacang hijau dengan lima tetes air limbah deterjen.
·       Hari ketiga sampai dengan hari ketujuh, 11-15 Agustus 2011, dalam kurun waktu tersebut kacang hijau mulai tumbuh dengan baik, tetapi pada kacang hijau yang isi berisi air limbah deterjen berkembang sangat lambat, kekuning-kuningan, biji menjadi keriput, dan lama kelamaan kacang hijau akan tidak mengalami perubahan hingga mati.
b.   Pada ruang gelap, dari pengamatan terhadap pertumbuhan biji kacang hijau kami merangkum analisa pengamatan sebagai berikut.
·       Hari pertama, 9 Agustus 2011, dari kelima biji semua biji mulai ada pembelahan yang menandakan pertumbuhan kacang hijau.
·       Hari kedua, 10 Agustus 2011, biji-biji pada dua gelas tersebut sudah mulai muncul tunas yang rata-rata memiliki panjang 1.2 cm. Salah satu dari gelas tersebut ditetesi lima tetes air limbah deterjen.
·       Hari keempat hingga hari ketujuh, 10-15 Agustus 2011, pertumbuhan kecambah menunjukan perbedaan di ruang gelap kacang hijau tumbuh dengan sangat cepat. Tetapi pada gelas yang ditetesi dengan air limbah diterjen mengalami pertumbuhan yang lambat, biji menguning bahkan sampai keriput.
c.      Pada ruang kamar, dari pengamatan pertumbuhan biji kacang hijau kami merangkum, analisa pengamatan sebagai berikut.
·       Hari pertama, 9 Agustus 2011, dari kelima biji, semua biji mulai ada tanda bahwa kacang hijau tersebut sudah mulai tumbuh.
·       Hari kedua, 10 Agustus 2011, biji-biji pada dua gelas tersebut sudah mulai muncul tunas yang rata-rata memiliki panjang 1 cm sama seperti yang terjadi dengan gelas yang berada pada ruang terang.. Salah satu dari gelas tersebut mulai ditetesi dengan lima tetes air limbah deterjen.
·       Hari keempat hingga hari ketujuh, 10-15 Agustus 2011, pertumbuhan kecambah menunjukan perbedaan pada ruang kamar kacang hijau tumbuh sama dengan yang berada pada ruang terang hanya saja pada kamar, pertumbuhan sedikit lebih cepat dari pada diruangan terang.  Tetapi pada gelas yang ditetesi dengan air limbah deterjen mengalami pertumbuhan yang lambat, biji menguning bahkan sampai keriput sama dengan diruang-ruang lainnya.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

          Hasil Analisis Data
1.   Biji kacang hijau yang diletakkan dalam medium air bersih  pada ruangan terbuka atau ruangan terang mengalami pertumbuhan yang lambat, namun stabil. Tumbuhan terlihat sehat dan segar. Kacang hijau yang ditanam menggunakan air bersih pada ruang terang memiliki daun yang berwarna hijau, dengan batang yang berwarna putih. Sedangkan dengan kacang hijau yang ditetesi dengan air limbah deterjen mengalami pertumbuhan yang sangat lambat bila dibandingkan dengan yang menggunakan air bersih, pada bijinya terlihat sedikit agak keriput dan agak membusuk, dan pertumbuhannya pun tidak sebagus dengan kacang hijau yang menggunakan air bersih, kacang hijau ini tumbuh tidak memanjang lurus tetapi seperti melilit-lilit atau melengkung-melengkung.
2.      Biji kacang hijau pada media air bersih pada ruangan gelap mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan kecambah pada ruangan terang dan dikamar. Tetapi, kacang hijau ini terlihat pucat, layu, dan tidak sehat. Daunnya bewarna kuning, begitu pula dengan batangnya terlihat layu dan agak kekuning-kuningan ( tumbuhan kacang hijau mengalami etiolasi ) limbah dierjen mengalami perbedaanperbedaan seperti pada ruang terang. Bijinya menjadi keriput dan tumbuh secara lambat. Pertumbuhan yang ditetesi dengan air limbah deterjen tidak berjalan secepat yang menggunakan air bersih.
3.          Biji kacang hijau pada media air bersih pada ruang kamar mengalami pertumbuhan yang sedang tetapi lebih cepat dibandingkan dengan yang berada pada ruang terang. Tetapi pada ruang ini kacang hijau yang tumbuh tidak sebagus atau sesegar yang berada pada ruang terang. Pada ruang ini kacang hijau tampak memiliki daun yang kekuning-kuningan tetapi tidak sekuning pada ruang gelap. Kacang hijau terlihat sedikit lebih segar dibandingkan dengan yang berada di ruang gelap. Sedangkan pada kacang hijau yang ditetesi oleh air limbah deterjen pada semua ruang terlihat pertumbuhan yang sama yaitu, biji menjadi keriput, batang tumbuh melengkung-lengkung dan tumbuh sangat lambat, tidak ada perubahan yang berarti pada setiap ruangan.
          Pembahasan
Dari pengamatan terhadap pertumbuhan kacang hijau tersebut, kami dapat menjawab permasalahan yang muncul pada pengamatan tersebut.
1.     Ketidak sempurnaan pertumbuhan terjadi pada medium air limbah Deterjen karena adanya zat-zat penyusun deterjen yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang menyebabkan kacang hijau tidak dapat tumbuh dengan baik. Akibat dari zat-zat tersebut dapat mengurangi za-zat hara pada tanah sehingga akar sulit untuk menyerap zat-zat yang ada di dalam tanah, yang menyebabkan kerusakan pada kotiledon dan jaringan akar yang menyebabkan tanaman mati.
2.     Tanaman yang diletakkan pada ruangan terbuka terlihat segar. Hal ini dapat dikarenakan karena tumbuhan mendapatkan energi matahari yang memungkinkan tumbuhan tersebut untuk menghasil kan klorofil atau zat hijau daun yang didapat melalui proses fotosistesis tumbuhan. Tetapi pertumbuhan tanaman pada ruang terbuka tidak terjadi secara cepat, karena cahaya matahari dapat menghambat dan menguraikan hormon auksin, yaitu hormon pertumbuhan untuk perpanjangan batang.
            Pertumbuhan tanaman pada ruangan gelap terjadi sangat cepat atau yang biasa disebut etiolasi, dan daun menguning akibat kurangnya penyerapan energi cahaya, sehingga proses pembentukan makanan dan zat hijau daun jadi berkurang. Selain itu, tidak adanya cahaya menyebabkan hormon auksin dapat bereaksi dengan cepat dan pertumbuhan batang semakin cepat panjang.
Pertumbuhan yang diletakan di ruang kamar terjadi pertumbuhan yang sedang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Karena cahaya yang didapat di kamar hanya dari lampu yang menyala redup, sehingga tumbuhan hanya mendapatkan sedikit cahaya untuk memproduksi klorofil, hal ini mengakibatkan kecambah menjadi agak kekuning-kuningan.


BAB V
KESIMPULAN
5.1            Kesimpulan
            Pada dasarnya tumbuhan membutuhkan air. Dari percobaan yang telah penulis lakukan terhadap perkecambahan kacang hijau dengan biji, air dalam dalam kapas yang sama namun dengan air yang berbeda (diisi air bersih biasa dengan diisi air deterjen), penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa hipotesis yang kita perkirakan telah benar.
Kecambah kacang hijau tidak akan tumbuh dengan baik bila disilami dengan air deterjen meskipun tidak dilakukan dengan rutin. Kecambah kacang hijau yang disirami air bersih hasilnya akan lebih baik bila dibandingkan dengan kecambah yang disirami air limbah deterjen.

5.2            Saran
Sebaiknya menyirami tumbuhan tidak dengan air limbah deterjen karena mempunyai berbagai dampak negatif terhadap perkembangan tumbuhan itu sendiri. Lebih baik menyiraminya dengan air bersih biasa agar tumbuhan dapat tumbuh dengan lebih baik.







DAFTAR PUSTAKA
Sumber kami dalam menyusun makalah ini adalah :
  1. Melalui situs internet :
  1. Kirana Candra.2011,Kreatif Biologi SMA/MA kelas XIIa.Jawa Tengah:Viva Pakarindo.
  2. Karmana Oman.2007.Cerdas Belajar Biologi SMA/MA kelas XII.Bandung:Grafindo.


















LAMPIRAN-LAMPIRAN
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar